TUBAN - Kecelakaan maut terjadi di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Mingggu (1/11/2009). Sebuah bus pariwisata Medali Mas berisi rombongan peziarah Wali Songo bertabrakan dengan truk tronton bermuatan semen. Delapan penumpang bus meninggal dunia.Kecelakaan ini sontak membuat jalur Pantura Tuban mengalami kemacetan hingga beberapa jam. Bus bernopol N 7241 UA yang kondisinya sangat parah ini, langsung dievakuasi dan diseret ke tepi jalan. Sementara truk PT Varia Usaha bernopol W 9644 UA membutuhkan waktu lama untuk dievakuasi karena posisi truk terguling dan melintang di tengah jalan.
Kecelakaan maut itu berawal saat bus yang membawa peziarah dari Paiton, Probolinggo itu melaju dari arah Surabaya (timur), yakni dari lokasi makam Sunan Bonang, Tuban. Rombongan, rencananya akan melanjutkan wisata religinya ke makam Sunan Kudus.
Tapi nahas, bus tersebut menghantam truk saat bermaksud mendahului kendaraan lain di jalur Pantura KM 22-23 Desa Socorejo. Posisi bus diduga terlalu ke kanan dan tiba-tiba muncul truk tronton. Lantaran posisi yang sangat dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. "Tapi itu baru kesimpulan sementara," kata Kasat Lantas Polres Tuban Iptu Sugeng ST.
Akibat tabrakan itu, 8 penumpang bus meninggal dunia di lokasi kejadian. Mereka langsung dievakuasi ke RSUD R Koesma Tuban. Sedangkan 16 lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di puskesmas Jenu dan sebagian di RSUD R Koesma. Puluhan personel kepolisian dari Satlantas Polres Tuban dikerahkan untuk mengatasi kemacetan di jalur Pantura.
Kondisi bus sendiri sangat mengenaskan. Dinding bus bagian kanan hilang setelah menghantam bodi truk. Sementara kondisi truk tak kalah mengenaskan. Setelah bertabrakan, truk terguling ke kiri dan semen yang diangkut berceceran di jalan raya.
Polisi hingga kini masih belum bisa memastikan penyebab kecelakaan itu. Karena, puluhan penumpang yang selamat masih dalam kondisi trauma berat. Bahkan, untuk menenangkan psikologi penumpang, para korban selamat diangkut menggunakan mobil patroli ke kantor Satlantas Polres Tuban.
"Jangan sampai mereka bertambah shock saat terus menerus berada di lokasi kejadian," katanya.
Sugeng juga belum berani memastikan, bagaimana teknis pemulangan para korban yang selamat ke rumah masing-masing. Karena, dikhawatirkan jika lama berada di Tuban, mereka sulit untuk bisa tenang. Pihaknya mengaku masih berusaha mengurus kepulangan korban selamat. "Karena, kecil kemungkinan mereka melanjutkan ziarah mereka," tegasnya.
Sementara itu, di RSUD R Koesma Tuban, terdapat 4 orang yang masih dirawat tim medis. Kebanyakan, mereka mengalami patah tulang kaki dan luka akibat benturan di kepala. Sedang, belasan korban lainnya dirawat di puskesmas Jenu dan hanya mengalami luka ringan.
"Semuanya masih ditangani secara intensif oleh petugas yang ada di IRD. Sebab, banyak juga yang mengalami luka parah," kata dr. Hj. Indraswari, tim dokter yang menangani pasien.
Hingga sore tadi, empat jenazah sudah diambil keluarga Sedang puluhan penumpang masih berada di Mapolres Tuban sambil menunggu jemputan pihak keluarga di Probolinggo. "Sampai kapan, saya tidak tahu. Kami nunggu keluarga datang," kata Kholil, salah satu korban selamat.
Saat ditemui di Mapolres, dia menuturkan saat kejadian dirinya berada di bangku tengah bagian kiri. Sehingga saat bus bertabrakan dia dan peziarah di bangku sebelah kiri selamat. Sedang, penumpang di bangku kanan banyak yang meninggal. "Saya tidak tahu persis kejadiannya. Waktu itu saya tidur," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Lantas Polres Tuban Iptu Sugeng ST menjelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) diduga kecelakaan akibat sopir bus Karnadi, warga Malang, mengantuk. Akibatnya dia tak bisa menguasai setir dan bus melaju di lajur kanan. "Dugaan sementara sopir bus mengantuk," katanya.
Berikut nama-nama korban meninggal:
1. Lasimin (65))
2. Yunus (6
3. Sadiyah (30)
4. Abdul Halim (65)
5. Musti'ah (45)
6. Abmo (60)
7. Kholik (20
8. Faisol (17)
Semuanya warga Desa Sumber Anyar, Kecamatan Paiton Probolinggo
Nama-nama korban yang dirawat:
1. Karnadi -sopir bus asal Malang
2. Musripah (35)
3. Tina (22)
4. Toyimin (35)
Tiga korban dirawat warga Paiton-Probolinggo.
Sumber : http://news.okezone.com
Dilihat: 137
Komentar (1)

tulis komentar






Your Best Choice!wow gold,wow gold