Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan konektivitas antar moda transportasi di Indonesia, merupakan program paling penting dan harus terealisasikan.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang baru saja dilantik di pemerintahan Jokowi - JK, diminta dapat meneruskan program tersebut. "Saya titipkan konektivitas mutlak dengan multi moda," ujar Mantan Menteri Perhubungan, EE Mangindaan di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (30/11).

Jonan dinilai memiliki kemampuan untuk merealisasikan hal tersebut. Sebab, latar belakang Jonan menjabat sebagai CEO BUMN transportasi dirasa sudah mumpuni. "Dengan kemampuan pak Jonan di KAI, saya yakin Pak Jonan, akan berhasil."

Mangindaan mengaku Kementerian Perhubungan akan berkembang lebih baik pada masa pimpinan Ignasius Jonan. "Saya yakin Pak Jonan mampu menjalankan tugas sebagai Menteri Perhubungan, dan kami siap untuk memberikan masukan-masukan."

Jonan pun diminta dapat melakukan penurunan biaya logistik. "Penurunan cost logistic itu merupakan wajib, yaitu dengan multi moda yang harus dikembangkan," katanya.

Sumber : merdeka.com

0751498jonan780x390

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi Ignasius Jonan, kereta api adalah segala-galanya. Mulai dari istri hingga meraih kepercayaan sebagai Menteri Perhubungan, semuanya dimulai dari kereta api.

Kereta api memang mempunyai tempat tersendiri di hati Ignasius Jonan. Ia pernah bertemu dengan seorang gadis, yang kini menjadi istrinya, di kereta api.

”Saya itu kenal istri waktu naik kereta api dari Surabaya ke Blitar tahun 1985. Ternyata dia adik kelas saya. Saya sudah tingkat terakhir, dia tingkat pertama,” kata Jonan yang alumnus Universitas Airlangga, Surabaya, itu mengenang peristiwa 29 tahun lalu sebagaimana dikutip dari Harian Kompas (18/5/2014).

Itulah mengapa ia merasa punya ”utang” pada kereta api. "Utang" Jonan kepada kereta api tentunya juga akan makin besar seiring dengan ditunjuknya dia menjadi Menteri Perhubungan, karena dinilai berhasil memperbaiki manajemen PT Kereta Api Indonesia.

Jonan yang memiliki tanggal lahir yang sama dengan Presiden Joko Widodo ini, yaitu 21 Juni,  merupakan alumnus Universitas Airlangga jurusan Akuntansi. 

Sebelum menduduki jabatan sebagai Dirut KAI, dia pernah berkarier sebagai Direktur Private Equity Citi (1999-2001), Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (2001-2006), Managing Director and Head of Indonesia Investment Banking Citi (2006-2008), dan terakhir sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (2009-saat ini).

Salah satu keberhasilan Jonan dalam merombak KAI adalah dia membawa kultur tanggung jawab di antara pegawai, serta passionuntuk menghasilkan output yang terbaik sesuai kemampuan. 

"Saya bilang ke teman-teman, okelah, kamu perbaiki satu hal kecil dalam pekerjaan Anda, dalam satu hari satu saja. Itu dalam setahun, Anda akan menjadi orang yang berbeda, wong ada 365 hari dalam setahun. Memperbaiki 200 saja apa pun bentuknya," kata Jonan.

Sumber : bisniskeuangan.kompas.com

igna

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menunjuk Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan dalam Kabinet Kerja 2014-2019 yang diumumkan di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). 

"Lari pak... Dia dirut kai, manajer profesional dalam sektor transportasi publik, sering tidak pulang, sering tidur di kereta api, tapi nanti di pesawat terbang dan kapal laut," ujar Jokowi memperkenalkan singkat profil Jonan.

Jonan, yang lahir pada 21 Juni 1963, saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia.

Sumber : nasional.kompas.com

4-tol-joglo-131226c

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan perlunya traffic demand management (TDM) atau manajemen kebutuhan lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Hal itu juga ditujukan agar masyarakat beralih ke kendaraan umum.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kemenhub, Elly Adriani Sinaga mengatakan, untuk mengurai  kemacetan bisa dilakukan dengan  dengan penerapan retribusi electronic road pricing (ERP) di jalan-jalan daerah.

"ERP tercantum dalam PP, disebut pengenaan retribusi pengendalian lalu lintas," kata dia di Jakarta, Selasa (21/10/2014).

Selain itu dia mengatakan mesti memberikan fasilitas misal di perumahan agar masyarakat tidak berpergian menggunakan kendaraan pribadi. Tidak hanya itu, pemerintah juga terus meningkatkan pelayan angkutan umum misal kenyamanan di angkutan Transjakarta.

"Standar pelayanan minimum (SPM) Transjakarta sudah ada, harus daerah lebih spesifik," lanjut dia.

Dia juga mengatakan, untuk mengurai kemacetan harus memperhatikan titik-titik mana yang padat kendaraan dengan memperhitungkan volume kendaraan dengan kapasitas jalan.

"Menggunakan kondisi VC ratio, perbandingan volume dan kapasitas jalan, secara kasat mata itu melihat kemacetan," tandas dia. (Amd/Ahm)

Sumber : liputan6.com

141022-moda-transportasi-umum-amerika

Harianjogja.com, JOGJ- Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Jogja Hario Yudo menilai moda tranportasi kereta gantung layak untuk dipertimbangkan sebagai moda alternatif transportasi di Jogja. Alasannya, dengan kereta gantung diharapkan penggunaan kendaraan bermotor dapat berkurang. Secara prinsip, katanya, moda tranportasi kerata gantung tersebut bisa mengurangi beban jalan raya.

“Namun, project tersebut harus tetap menyesuaikan dengan kondisi topografi daerah, budaya dan terjangkaunya biaya investasi yang dibutuhkan. Usulan perencanaan pembangunan moda transportasi merupakan wewenang dari Pemerintah Provinsi DIY,” kata Hario.

Alasan kedua, sambung Hario, Jogja membutuhkan moda tranportasi yang tidak menggunakan jalan raya. Pasalnya, wilayah tersebut tidak memungkinkan untuk menambah atau mempelebar badan jalan.

“Maka moda tranportasi yang tidak menggunakan jalan raya bisa dijadikan pilihan.  Selain kereta gantung atau monorel, perlu altenatif yang perlu dipertimbankan,” ujarnya.

Dijelaskan Hario, penggunaan moda tranportasi kereta gantung atau monorel tidak hanya untuk kepentingan Kota Jogja saja. Pasalnya, masalah transportasi di DIY juga melibatkan empat kabupaten lainnya sebagai daerah penyangga.

“Harus ada kerjasama antar pemerintah dan langkah koordinasi altenatif segera dilakukan agar semua perencanaan bisa dieksekusi,” paparnya.

Sumber : harianjogja.com

Peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan Selokan Mataram yang menghubungkan Kutu ke Jalan Monjali hingga kini belum selesai dikerjakan.

Proyek milik Kabupaten Sleman ini, menelan anggaran lebih kurang Rp 15 miliar. Rencananya akan dibuat dua jembatan menuju arah barat dan timur

"Ini mau dibuat jalur, kemarin kan ini nggak muat buat dua kendaraan kanan kiri. Tiga jembatan akan dibuat, ujung sana yang mau ke arah Monjali", kata seorang pengawas proyek, Beni, Selasa (21/10/2014).

Direncanakan proyek jembatan akan rampung akhir tahun 2014. Selain pembuatan jembatan. Jalan inspeksi Selokan Matarm menuju ke Monjali pun akan diaspal.

 

Sumber : tribunnews.com

Halaman 1 dari 298