posko-mudik-400x241

YOGYAKARTA,suaramerdeka.com - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY mendirikan lima posko selama arus mudik dan balik. Kelima posko tersebar di sejumlah lokasi di provinsi ini.

“Kami rencanakan dirikan posko mudik dan balik di Jalan Magelang, daerah Gamping dan Prambangan. Lalu di Piyungan serta di Poskoda utama di Kantor Dishubkominfo DIY,” jelas Muhammad Yazid, selaku Kasi Pengendalian Lalu Lintas dan Penumpang Dishubkominfo DIY, Senin (6/7).

Menurut Yazid, di setiap posko tersebut akan beranggotakan sejumlah pegawai dari lintas sektoral. Seperti Dishubkominfo sendiri, lalu ada PMI, Dinas Kesehatan, ORARI dan juga pihak kepolisian.

“Tugasnya memantau jumlah kendaraan yang masuk dan keluar dari wilayah DIY, karena digunakan untuk pedoman pemantauan arus kendaraan. Makanya posko-posko itu kami dirikan di di pintu masuk DIY. Jika memungkinkan bisa digunakan untuk rest area juga,” papar dia.

Untuk rest area, ujar Yazid, pihaknya pun merencanakan akan menggunakan sejumlah jembatan timbang yang ada di DIY. Terlebih jembatan timbang ini saat arus mudik dan balik pada H-7 serta H+7 juga akan ditutup. Sejumlah jembatan timbang itu meliputi pul Waru di Kulonprogo serta di Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

“Di jembatan timbang kami jadikan rest area juga. Sekitar 5-10 bus bisa menggunakannya untuk beristirahat. Belum lagi kendaraan pemudik lainnya,” tutur dia.

Lebih lanjut Yazid mengungkapkan, untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan bagi para pemudik, pihak Dishubkominfo DIY sudah menginstruksikan seluruh petugas yang diturunkan di posko untuk bertugas 24 jam secara bergiliran.

Sumber: suaramerdeka.com

6gmudik-mgl.H88-400x241

MAGELANG, suaramerdeka.com – Polres Magelang Kota sudah bersiap menyambut musim mudik Lebaran tahun 2015. Sebanyak 275 personel siap diturunkan guna mengamankan jalannya mudik hingga Lebaran melalui Operasi Ketupat Candi (OKC).

Kapolres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto mengatakan, mudik sudah menjadi tradisi masyarakat dalam menikmati masa libur Lebaran. Hal ini berdampak pada peningkatan mobilitas warga, terutama di daerah tujuan mudik, salah satunya Kota Magelang.

“Kami sudah harus siap mengantisipasi faktor keamanan pemudik agar merasa nyaman. Selain menerjunkan anggota, kami juga mendirikan pos pengamanan di titik-titik rawan dengan melibatkan lintas sektoral, seperti TNI, Dishubkominfo, Satpol PP, dan lainnya,” ujarnya di kantornya, Senin (6/7).

Dia menuturkan, ada empat titik pos pengamanan yang akan didirikan di sepanjang Jl A Yani dan Jl Jend Sudirman. Beberapa sudah terlihat berdiri, seperti di persimpangan Kebonpolo dan kawasan Alun-alun Kota Magelang.

“Kami juga kerja sama dengan Dinas Perhubungan, mendirikan pos di Terminal Tidar untuk pengamanan di kawasan tersebut. Kami akan mulai OKC pada H-7 Lebaran dan berlangsung sampai H+7 Lebaran,” katanya.

Terkait titik rawan kepadatan lalu lintas, Edi menyebutkan ada dua kategori jalur rawan kepadatan dan kecelakaan lalu lintas. Antara lain jalur dari luar kota, yakni perbatasan Kota dan Kabupaten Magelang (Sambung), persimpangan Kebonpolo, Canguk, dan persimpangan Soka.

“Kalur ini perlu diwaspadai, karena jalannya tidak mulus seratus persen. Begitu juga mewaspadai adanya bus rusak yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Termasuk waspada terhadap aksi kejahatan di toko, bank, perkantoran, perumahan, dan lainnya,” tuturnya.

Sementara jalur kedua adalah jalan di dalam kota, meliputi seputaran alun-alun, Jl Pemuda, Jl Pahlawan, dan jalan arteri menuju akses ke Taman Kyai Langgeng. Ruas-ruas jalan ini dinilai rawan keramaian dan kepadatan lalu lintas, mengingat sebagai pusat keramaian di dalam kota.

“Perlu kami tegaskan pula, truk/angkutan berat dilarang melintas di jalur-jalur mudik mulai H-7 hingga H+3 Lebaran. Hal ini untuk mengantisipasi kepadatan. Kami juga fokus pada pengamanan toko-toko, bank, pegadaian, dan lainnya yang biasanya menjadi incaran pelaku kejahatan,” paparnya.

Sumber: suaramerdeka.com

322642 mudik-gratis-bagi-pengguna-sepeda-motor 663 382

Kementerian Perhubungan meminta masyarakat manfaatkan fasilitas ini.

VIVA.co.id- Kementerian Perhubungan mengumumkan, sampai Senin, 6 Juli 2015 pukul 10.30 WIB, masih tersisa kuota 3.884 untuk angkutan sepeda motor gratis tahun 2015. Angkutan ini tersedia di moda angkutan darat dan laut, yaitu bus, truk, kereta api, dan kapal laut.

 
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata menjabarkan, untuk moda darat, kuota sepeda motor yang diangkut dengan truk. Sementara penumpangnya diangkut dengan menggunakan bus. Untuk sistem ini arus mudik ini tersisa 11 sepeda motor dari kuota yang disediakan sebanyak 2.900 sepeda motor. 
 
"Sementara itu, untuk arus baliknya, kuota moda darat baru terpenuhi sejumlah 300 sepeda motor," ujar dia dalam siaran pers yang diterima VIVA.co.id, Senin 6 Juli 2015. 
 
Dia mengatakan, untuk moda kereta api, sisa kuota untuk arus mudik adalah 341 sepeda motor dari kuota yang disediakan yaitu 4.921 sepeda motor. Untuk arus baliknya, sisa kuota 794 dari jatah yang disediakan, 4.900 sepeda motor.
 
Untuk arus mudik dengan menggunakan kapal laut, kuota yang tersisa 1.148 dari tota 6.250 sepeda motor. Untuk arus baliknya, sisa kuota 1.590 sepeda motor dari jatah 6.250 sepeda motor.
 
Pada tahun 2014, program angkutan sepeda motor gratis yang diselenggarakan Kementerian perhubungan mengangkut 16.672 sepeda motor. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 320 persen dari tahun 2013 yaitu 5.202 sepeda motor.
 
Sedangkan jumlah orangnya, pada tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 215 persen dibandingkan tahun 2013. Pada tahun 2014, jumlah penumpang yang diangkut  20.937 orang, sedangkan pada tahun 2013, jumlah orangnya 9.736.
 
Masyarakat masih dapat mengikuti program angkutan sepeda motor gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan karena pendaftaran masih dibuka sampai 8 Juli 2015 atau sampai kuota habis. 
 
Masyarakat dapat melakukan pendaftaran dengan datang langsung ke Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Merdeka Barat No. 8 Jakarta. Pendaftaran secara langsung di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan dibuka setiap hari Senin-Kamis pukul 08.30-15.00 WIB, Jumat pukul 08.30-11.00 WIB dan pukul 13.30-16.00 WIB, serta Sabtu-Minggu pukul 09.00-15.00 09.00-15.WIB.

Sumber: bisnis.news.viva.co.id

1435846446

Jakarta - Anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia (KAI), yakni PT Kereta Api Pariwisata, merilis hotel transit yang bertempat di Stasiun Gambir, Jakarta. Tujuan dibangunnya hotel bernilai Rp 4,4 miliar ini adalah demi meningkatkan pelayanan kepada para penumpang kereta api (KA).

Direktur Utama PT Kereta Api Pariwisata, Adi Suryatmini, menjelaskan, dengan adanya hotel berkapasitas 23 kamar, para penumpang KA yang harus transit ke perjalanan KA berikutnya, namun harus menunggu waktu yang cukup lama, dapat menggunakan jasa hotel Rail Transit Suite Gambir tersebut.

"Untuk penumpang yang akan menginap di hotel ini, wajib untuk memperlihatkan tiket kepada petugas hotel sebelum mereka check in. Sementara untuk kamarnya, kami menyediakan 14 kamar single, 4 kamar twin, dan lima kamar tipe double dengan minimal pemesanan untuk enam, delapan, 12 jam, hingga 24 jam,” terang Adi di sela acara peresmian Rail Transit Suite Gambir yang dilaksanakan di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis (2/7).

Peresmian acara tersebut dihadiri pula oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Djoko Sasono, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro, dan sejumlah pejabat baik dari Kemenhub maupun PT KAI.

Adi melanjutkan, hotel transit ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pendapatan sekitar Rp 3 miliar setiap tahunnya, dengan perkiraan titik balik modal selama tiga tahun atau pada 2018.

Selain itu, Adi memaparkan, pihaknya pun berniat terus melakukan ekspansi dalam pembangunan hotel di stasiun. Saat ini, PT Kereta Api Pariwisata sudah melakukan kajian di beberapa stasiun seperti di Cirebon, Bandung, ataupun Madiun.

"Yang paling memungkinkan dibangun adalah di Cirebon. Kami perkirakan, pelaksanaan proyeknya akan dimulai pada semester kedua tahun ini. Tetapi, saya belum bisa menyebutkan nilai investasinya,” terang Adi.

Sementara itu, dalam sambutannya, Menhub Jonan mendorong PT KAI, melalui PT Kereta Api Pariwisata, untuk terus mendirikan layanan hotel transit di sejumlah stasiun. Hal tersebut sebagai salah bentuk peningkatan pelayanan kepada para pengguna KA.

“Yang saya ketahui, hotel transit itu sudah ada di Medan dan sekarang di Gambir. Ke depan, jangan hanya berhenti sampai di sini. KAI kan sudah punya tanahnya, tinggal dipergunakan saja dengan memanfaatkan lahan-lahan yang ada itu,” ujar Jonan.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung inovasi bisnis dan layanan yang dilakukan oleh anak perusahaannya ini. Pasalnya, fasilitas akomodasi ini terletak di stasiun besar yakni Gambir sehingga merupakan tempat yang strategis untuk mengembangkan usaha maupun pelayanan kepada konsumen.

“Yang terpenting dengan adanya layanan ini, saya harapkan fasilitasnya dapat terus dijaga sehingga para pelanggan PT KAI akan selalu merasa nyaman dan aman,” harap Edi.

Sumber: beritasatu.com

bus-angkutan-lebaran-ilustrasi- 140726020033-585

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) DIY bersama Polantas Polda DIY, Dishub Kota Yogyakarta dan Dinas Kesehatan DIY mulai melakukan uji petik pemeriksaan sopir dan bus angkutan lebaran 2015. Pemeriksaan dilakukan di tiga titik, yaitu Terminal Penumpang Yogyakarta (TPY), Terminal Wonosari dan Terminal Jombor Sleman, Kamis (2/7).

Muhammad Yazid, Kasie Pengendalian Lalulintas dan Penumpang Dishubkominfo DIY mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan langsung kesiapan angkutan lebaran. Baik itu izin trayek maupun kelengkapan angkutan lebaran.

"Selain izin trayeknya kita periksa juga klakson, rem, lampu dan reting kendaraan serta alat pemecah kaca maupun kotak P3K," katanya.

Sementara sopir bus diperiksa kesehatan dan tensi darah oleh tim dokter dari Dinkes DIY. Pemeriksaan dilakukan bukan hanya bus angkutan lebaran antarkota antarprovinsi (AKAP) tetapi juga bus antarkota dalam provinsi (AKDP).

Dalam pemeriksaan kemarin, terdapat beberapa bus angkutan lebaran yang kedapatan kurang lengkap sarana kendaraan. "Untuk angkutan yang izin trayeknya habis atau tidak diperpanjang langsung akan ditilang," katanya.

Selama angkutan lebaran pihaknya akan membuka lima posko. Yaitu posko di  Jalan Magelang, Jalan Gamping, Prambanan, Piyungan dan Poskoda di Perhubungan Provinsi.

Sementara itu ketua tim dokter dari Dinkes DIY, dr Anang Isyanto mengatakan dalam pemeriksaan kesehatan sopir bus di TPY diketahui ada beberapa sopir yang mengalami hiperensi.

"Ada sopir bus jurusan Surabaya tensinya tinggi. Ini karena menempuh jarak jauh sehingg kelelahan," katanya.

Bagi sopir yang hipertensi pihaknya menyarankan untuk beristirahat terlebih dahulu minimal 3 jam.

Sumber: republika.co.id

puncak-mudik-diprediksi-h-3-hingga-h-2-lebaran-WqO6JgWZyZ

JAKARTA – Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kementerian Perhubungan, Wahyudi, memprediksi lonjakan pemudik akan terjadi pada H-3 hingga H+2 Idul Fitri.

"Lonjakan pada waktu yang mepet atau waktu pemudik ramai mulai bermain di H-3 dan H+2," katanya saat diskusi bertajuk ‘Kesiapan Melayani Arus Mudik Lebaran 2015’, di Jakarta, Rabu (1/7/2015).

Menurut Wahyudi, bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, baik roda empat maupun roda dua, diketahui telah mengalami peningkatan sebanyak 2 persen dari sebelumnya.

 Mudik Lebih Awal

"Data Dewan Angkutan selama 14 hari pemantauan tak lebih dari kenaikan 2 persen pengguna roda dua dan roda empat," tuturnya.

Wahyudi menilai tradisi mudik merupakan perkara yang sederhana tetapi menjadi sulit ketika kesiapan infrastruktur tak mendukung secara optimal.

"Tradisi mudik ini bisa sederhana tapi sulit, yang tadinya sederhana sehingga begitu kompleks jadinya, pola infrastruktur kita tidak di persiapkan dengan pemudik yang tinggi," pungkasnya.

Sumber: okezone.com

http://ramadhan.antaranews.com/berita/504684/kemenhub-imbau-masyarakat-laporkan-pelanggaran-tarif-bus

Halaman 1 dari 321