halte-Trans-Jogja-1YOGYA - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY melontarkan wacana 17 jalur baru Trans Jogja. Namun, wacana jalur baru itu dikritisi anggota DPRD DIY dalam dalam rapat Komisi C.

"Banyak jalur yang overlap. Satu jalan bisa dilalui beberapa jalur Trans Jogja. Tidak efisien," ucap Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Arief Nur Hartanto dalam rapat paparan perencanaan transportasi perkotaan DIY, Kamis (17/4/2014).

Selain jalur yang bertumpukan, waktu tempuh masing-masing jalur juga terlalu lama. Untuk mencapai satu lokasi, penumpang harus berputar-putar cukup jauh mengikuti jalur yang ditetapkan. Tidak ada jalur langsung. Dengan kondisi demikian, Arif meyakini rencana itu tidak akan menggugah minat warga untuk beralih dari kendaraan pribadi ke Trans Jogja.

Sumber : jogja.tribunnews.com

mobil-listrik-butuh-izin-uji-coba-di-jalananNovember tahun lalu Menteri BUMN Dahlan Iskansumringah setelah mendapat sinyal positif dari Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) terkait masa depan mobil listrik.

Sebab sertifikat layak jalan untuk mobil listrik dikabarkan bakal segera dikeluarkan oleh Kementerian yang dipimpin oleh Gusti Muhammad Hatta tersebut. Bahkan, Dahlan mempercayai janji Kemenristek untuk mengawal mobil listrik sampai ke tingkat industri.

Ternyata jauh panggang dari api. Maret 2014 Dahlan tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap Kemenristek karena mobil listrik yang hingga saat ini tak jelas nasibnya.

Pencipta mobil listrik Selo, Ricky Elson ikut angkat bicara. Dia mengakui pengembangan mobil listrik di Indonesia masih terkendala banyak hal. Kendala utamanya adalah tak kunjung turunnya cap lulus uji coba dari Kemenristek dan izin uji coba di jalanan dari Kementerian Perhubungan.

"Kita menunggu perizinan bukan diizinkan produksi masal. Kita hanya ingin dibolehkan uji coba, uji coba bersyarat juga tidak apa apa," ucap Ricky ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Selasa (15/4).

Izin uji coba ini diperlukan agar kejadian Tucuxi yang menabrak tebing tidak terulang lagi. Jika mobil listrik hanya diuji coba di sirkuit maka tidak akan ditemukan kekurangan pengembangannya saat ini.

"Walaupun bersyarat tidak apa-apa. Misalnya jalan di Yogyakarta karena sepi tidak apa-apa. Kita ingin tahu saja kelayakan rem, kelayakan mesin. Kalau di sirkuit kan tidak ada tanjakan, tidak ada jalan berlubang. Itu ada di Kementerian Perhubungan," tegasnya.

Dalam penyempurnaan mobil listrik, riset dan pengembangan perlu terus dilakukan dengan rajin melakukan uji coba di jalanan. Namun hal itu belum bisa dilakukan saat ini karena kurangnya dukungan pemerintah.

"Kita hanya butuh tempat uji langsung. Kita tidak seperti pabrikan mobil Jepang yang mereka punya sendiri. Jadi wajar saja meminta izin jalan raya. Kalau tidak jalan raya, baterai satu ton seperti Tucuxi kemarin bisa nabrak kan," tegasnya.

Sumber : www.merdeka.com

155045 mbangsulistyotnimilidJakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Evert Erenst Mangindaan baru saja melantik Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) hari ini, Marsekal Muda TNI F Henry Bambang Sulistyo. Sebelum di Basarnas, Henry memiliki pengalaman panjang menjadi pilot pesawat tempur.

"Saya banyak berkecimpung di penerbang tempur. Saya dulu tugasnya duduk di kokpit pesawat tempur," kata Henry usai pelantikan di Gedung Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (14/4/2014).

Henry dilantik menggantikan Kabasarnas sebelumnya, Mayor Jenderal TNI Marinir Alfan Baharuddin. Henry menjadi pilot pesawat tempur sampai mencapai pangkat bintang satu. Kemudian, dia sempat menduduki Dirjen Rencana Pertahanan Kemenhan sebelum akhirnya dilantik menjadi Kabasarnas. 

Masa kecil Henry dan masa-masa sekolahnya dihabiskan di kota gudeg, Yogyakarta. "Saya lahir di Yogyakarta, hampir seluruh pendidikan ada di Yogya, termasuk Akabri bagian udara tahun '82," imbuhnya.

Menurut situs TNI, Henry mengenyam masa SMA di SMA Negeri Argomulyo Yogyakarta dan S-1 Universitas Merdeka Madiun. Kemudian Sekkau, Seskoau, Sesko TNI, Lemhannas DSC/DSSC, Sekbang Angkatan ke-28, Air Refueling Course A-4 Sky Hawk, Combat Survival Course, Sekolah Instruktur Penerbang serta Defence Strategic and Studies Course.

Mengawali karier di TNI AU melalui Sekolah Penerbang Angkatan 28, Sekolah Instruktur Penerbang Angkatan 35 dan berpengalaman sebagai penerbang tempur Hawk MK-53. Bambang juga pernah melakukan aerobatik solo dengan pesawat tersebut pada Jakarta Air Show (JAS’96) di Bandara Sukarno-Hatta dan leader pada tim aerobatic Jupiter tahun 1997. Selain itu Henry pernah menjadi anggota Kontingen Garuda XIV/Bosnia-Herzegovina sebagai pasukan United Nation Military Observer (1993-1994).

Mantan Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas) III Medan ini, sejak awal kariernya telah mendapat kepercayaan beberapa jabatan penting diantaranya Perwira Pnb Wing 300 Kohanudnas, Perwira Pnb. Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru, Kadisops Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi, Danskadik 103 Lanud Adi Sutjipto, Danwing 3 Lanud Iswahjudi, Dan Lanud Sultan Hasanuddin, Dosen Utama Sesko TNI dan pernah menjadi Kadispen AU menggantikan Marsma TNI Chaerudin Ray pada 2 Februari 2009.

Henry mengungkapkan dia memiliki hobi makan, olahraga dan kerja. Namun meski sudah mengudara bersama pesawat tempur, namun makanan favoritnya sangat membumi. "Makanan favorit saya tempe," tutur suami dari Ratih Setyaningsih dan ayah dua putra/putri dari Arniha Citra L dan RH Yudha ini.

Selain melantik Kabasarnas, Menhub juga melantik Kapuskom Publik Kemenhub yang baru yakni Drs Julius Adravida Barata, MM (JA Barata) yang menggantikan Drs Bambang S Ervan, MSc yang kini menjabat Kepala Pusat Data dan Informasi serta 6 pejabat eselon II lain yakni Drs Imam Hambali, MSi (Kepala Pusat Kajian dan Kemitraan Pelayanan Jasa Transportasi), Aca Mulyana, SH, MH (Kepala Sekretariat KNKT), Ir Sugiadi Waluyo, ME (Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian), Ir Popik Montanasyah, MT (Direktur Keselamatan Perkeretaapian), Ir Dwi Budi Sutrisno, MSc (Direktur Sarana Perkeretaapian) dan Masrono Yugihartiman, ATD, MSc (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Darat dan Perkeretaapian).

Sumber : news.detik.com

KA-KalijagaSOLO — Tingkat kerisian kursi (load factor) kereta api baru Kalijaga selama dua bulan operasional hanya 10%. PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Solo turut mempromosikan perjalanan Solo-Semarang naik Kereta Api (KA) Kalijaga.

Kepala Stasiun Stasiun Purwosari Radne Anyarso Tulad menyampaikan potensi KA Kalijagabagus tapi promosi atau pengenalan kepada masyarakat masih kurang. Selain itu, perjalanan yang hanya pada pagi hari menjadi salah satu kendala peningkatan load factor.

Menurut dia, sulit untuk menumbuhkan keinginan masyarakat untuk bermain ke Semarang selama sehari dengan memanfaatkan KA sebagai alat transportasi seperti halnya motif berkunjung ke Jogja. Hal ini karena operasional kereta yang hanya pagi hari.

“Kalau ingin meningkatkan load factor memang harus ada rangkaian kereta khusus yang menghubungkan Solo-Semarang sehingga bisa beroperasi pagi dan malam atau dua kali pergi pulang (pp),” ungkap Radne, Sabtu (12/4/2014).

Menurut dia, hal tersebut saat ini sulit terwujud karena KA Kalijaga hanya memanfaatkan rangkaian KA idle, yakni KA Bengawan yang tidak beroperasi setelah tiba dari Jakarta. Oleh karena itu, KA tersebut tiba di Semarang sekitar pukul 08.00 WIB dan pukul 09.00 WIB sudah kembali lagi ke Solo. Apabila KA Kalijaga juga dioperasikan untuk jadwal sore tentu akan mengganggu jadwal keberangkatan KA Bengawan.

Menurut dia, load factor bisa mencapai 50% hanya saat long weekend. Dia menjelaskan, minimnya load factor KA tersebut juga mendapat perhatian serius dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Dia menjelaskan beberapa waktu lalu, perwakilan dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng berkunjung ke Stasiun Purwosari untuk melakukan survei terkait penyebab sepinya load factor KA tersebut.

Menurut Radne, hal tersebut dilakukan karena Gubernur menghendaki rangkaian KA tersebut tetap beroperasi karena memberikan kemudahan dan pilihan transportasi kepada masyarakat. Mengenai rendahnya load factor tersebut, dia mengaku sulit untuk menghitung kerugian biaya operasional. Dia menjelaskan evaluasi kereta baru bisa dilakukan setelah enam bulan beroperasi.

Sementara itu, Pejabat Humas Daerah Operasional (Daops) IV/Semarang Eko Budiyanto, beberapa waktu lalu sempat melontarkan adanya kemungkinan pengalihan rute KA Kalijaga dari  yang biasanya melewati Gundih, dialihkan melalui Gambringan dan Cepu.

Sumber : http://www.solopos.com/

d6771324e6a0ae9fbc52d5a7cb496667YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta hingga kini masih menunggu surat resmi dari Kementerian Perhubungan tentang perubahan pemanfaatan Bus Trans Jogja. Pemkot optimistis segera memperoleh titik terang karena sudah melakukan komunikasi intensif dengan kementerian.

"Kami berharap, jawaban tertulis dari Kementerian Perhubungan bisa dikirim secepatnya ke Pemerintah Kota Yogyakarta. Paling tidak, pekan ini atau pekan depan sudah ada jawaban dari kementerian," kata Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Yogyakarta, Hari Setya Wacana di ruang kerjanya, Kamis (10/04/2014).

Pemkot melayangkan surat ke Kementerian Perhubungan untuk menanyakan perubahan nomenklatur penggunaan bus Trans Jogja dari angkutan umum massal menjadi angkutan untuk mendukung pelayanan publik. Menurut rencana, bus tersebut digunakan untuk bus wisata dan bus sekolah.

Hari menjelaskan, kementerian belum pernah memberikan jawaban secara tegas apakah perubahan nomenklatur penggunaan 20 armada Bus Trans Jogja yang merupakan bantuan Kementerian Perhubungan tersebut diperbolehkan atau tidak. "Dari jawaban lisan yang kami peroleh, kementerian selalu menyatakan bahwa penggunaan bus bantuan disesuaikan dengan isi berita acara hibah bus ke Pemerintah Kota Yogyakarta yaitu sebagai angkutan umum massal. Dari informasi, surat tersebut sedang diproses di bidang hukum di kementerian," katanya.

Setelah surat tersebut diterima, DBGAD menurutnya tetap akan melakukan kajian bersama instansi terkait khususnya Bagian Hukum Pemerintah Kota Yogyakarta. Ini agar pemanfaatan bus bantuan itu tidak menyalahi aturan. Seluruh bus bantuan kementerian yang pernah dipinjam-pakaikan sebagai armada Trans Jogja tersebut kini berada di Terminal Giwangan Yogyakarta, dan dalam kondisi yang cukup baik.

"Ada beberapa armada yang mengalami kerusakan, itu wajar saja. Setiap kerusakan akan diperbaiki. Perawatan mesin juga dilakukan agar mesin bus tidak cepat rusak," pungkasnya.

Sumber : kr.co.id

278401 620Jakarta - Kementerian Perhubungan menyatakan kembali melakukan pemetaan tanah rawan longsor setelah kecelakaan kereta Malabar di Tasikmalaya. "Daerah yang paling rawan adalah dari Cicalengka hingga Ciawi," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko kepadaTempo, Minggu, 6 April 2014. (baca: Masinis Malabar, Orang Pertama Cari Bantuan)

Dia mengungkapkan pemerintah dan para ahli tanah sedang menjalankan evaluasi dan mencari solusi. Untuk jangka pendek, kata Hermanto, PT Kereta Api Indonesia (KAI) diminta melakukan pengawasan ketat. "Di lokasi sedang dilakukan pembersihan, track sementara juga dibuat supaya crane bisa lewat dan mengangkut gerbong." 

Hermanto menuturkan, setelah kecelakaan terjadi dan pembersihan serta perbaikan dilakukan, jalur lokasi kecelakaan kereta Malabar akan dioperasikan kembali. Dia mengatakan tidak ada jalur lain untuk rute Bandung-Yogyakarta. "Satu-satunya jalur memang lewat situ," ujarnya. (baca: KA Siliwangi Gantikan KA Malabar Selama Dua Hari) 

Menurut dia, kecelakaan yang terjadi pada Jumat, 4 April 2014, bukan yang pertama di jalur tersebut. Sebelumnya, pernah ada setidaknya dua kecelakaan. Salah satunya adalah kereta anjlok, tapi bukan pada titik lokasi kecelakaan kereta Malabar. 

Akibat kecelakaan tersebut, manajemen KAI membatalkan seluruh perjalanan kereta lokomotif (KL) Siliwangi jurusan Sukabumi-Cianjur dalam kurun waktu dua hari ke depan, yakni untuk keberangkatan Minggu-Senin, 6-7 April 2014. 

Sumber : www.tempo.co

Halaman 1 dari 285