b_140_0_16777215_00___images_berita_2014_Jembatan_Gamping.jpgPengalihan arus kendaraan berat menuju jalur selatan, dikhawatirkan berdampak pada infrastruktur jembatan di wilayah Sleman, diantaranya Gamping dan Prambanan. Jika terus dilalui oleh truk, berpotensi menyebabkan amblesnya kedua jembatan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman Agoes Soesilo Endriarto mengatakan, kekhawatiran disebabkan dua jembatan tersebut berada didekat Alat Pemberi Isyarat Lalulintas (APILL).

Menurutnya, jika APILL sedang menyala merah kontan kendaraan tersendat dan berada tepat diatas jembatan. Apabila hal tersebut terjadi dalam waktu yang lama, maka akan memengaruhi konstruksi jembatan.

"Kita kan tahu, bahwa kendaraan berat yang dialihkan dari jalur pantura memiliki tonase yang tinggi, ini bisa memengaruhi konstruksi jembatan. Meski telah dialihkan menuju ring roadSelatan, namun masih saja ada yang lolos dan melalui kedua jembatan tersebut," ujarnya Senin (26/8/2014).

Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan agar APILL diwilayah tersebut dipindahkan. Ia merinci, pada Jembatan Gamping yang berada di Jl Wates (Pelem Gurih-red) perlu dimundurkan. Hal ini untuk menghindari penumpukan diatas jembatan jika sedang padat.

Hal serupa juga perlu dilakukan untuk jembatan Prambanan, yang berada diatas kali Opak perlu ditata ulang.

 

Sumber : tribunjogja.com

Mulai Senin (25/8/2014), rekayasa lalu lintas di Jalan C. Simanjuntak mulai diberlakukan. Kendaraan yang boleh melintas di kawasan tersebut hanya dari sisi utara ke selatan.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, kebijakan ini diberlakukan mulai pukul 08.00 WIB. Di sepanjang jalan tersebut, ada petugas dari Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) serta Kepolisian yang mengarahkan pengguna jalan.

Walau uji petik aturan ini diberlakukan kurang lebih selama satu bulan, tetapi pada Senin (25/8/2014) pagi, masih ada pengguna yang belum mengetahui ketentuan tersebut. Sehingga beberapa pengendara masih bermaksud melewati area dari sisi selatan ke utara.

Guna memperlancar arus, petugas berjaga-jaga sembari memberikan informasi mengenai pengalihan jalur di sejumlah persimpangan di sepanjang Jalan C. Simanjuntak, seperti di perempatan Mirota Kampus, pertigaan ELs Computer, pertigaan SMAN 6 Jogja serta pertigaan Mc Donald.

Adapun kebijakan penetapan satu arah di Jalan C Simanjuntak diberlakukan karena kepadatan kendaraan di jalan tersebut cukup tinggi.

Sumber  : harianjogja.com

JAKARTA  (Pos Kota) – Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Suroyo Alimoeso, menyetujui pembatasan penggunaan BBM bersubsidi. Namun ia beranggapan harus diiringin kompensasi bantuan kepada sektor angkutan umum.

Suroyo berharap  ada bentuk yang jelas dari kompensasi pengganti subsidi yang dihilangkan. Di antaranya bisa dilarikan dengan pembenahan  infrastruktur penunjang kelancaran angkutan penumpang  maupun barang. Selama ini, kondisi enfrastruktur semacam jalan rusak kerap dikeluhkan kerena menyebabkan pemborosan konsumsi BBM.

“Saya setuju saja BBM tak bersubsidi dijual ke masyarakat. Tapi lalu subsidi itu dipindah kemana?” ujarnya.

“Sebaiknya kompensasinya dipindah ke infrastruktur saja supaya angkutan bisa lancar, tepat waktu dan tidak macet. Sebab bila terus macet angkutan umum merugi karena penggunaan BBM yang berlebihan,” tambahnya. (dwi/yp)

 

Sumber: http://poskotanews.com/

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup posko terpadu angkutan lebaran tingkat nasional, baik sektor transportasi darat, laut, udara maupun perkeretaapian. Angkutan ini, diklaim telah sesuai dengan kebijakan tingkat nasional yang ada, dengan tetap memperhatikan kebutuhan pemberian pelayanan dan koordinasi internal.


Menteri Perhubungan (Menhub) Everest Ernest Mangindaan mengatakan, penyelenggaraan angkutan lebaran 2014 dan penyelenggaraan posko terpadu angkutan lebaran tingkat nasional telah dilakukan dengan sebaik-baiknya.

"Presiden SBY mengatakan bahwa ada sejumlah kemajuan telah dicapai dalam pelayanan arus mudik Lebaran tahun ini dibanding tahun sebelumnya," kata Mangindaan saat acara penutupan posko tingkat nasional angkutan lebaran terpadu, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Mangindaan menjelaskan, sektor perkeretaapian melaksanakan poskonya dari H-10 sampai dengan H+10, dan sektor transportasi H-15 sampai dengan H+15. Sedangkan untuk sektor transportasi darat dan udara, meskipun poskonya selesai pada H+7, diharapkan tetap melakukan pemantauan perkembangan aktivitas sektornya masing-masing.

"Terkait dengan keberhasilan angkutan lebaran di tahun ini, saya lebih cenderung untuk menyerahkan penilaian keberhasilan pelaksanaan angkutan Lebaran ini kepada masyarakat," tambahnya.

Menurut dia, pelayanan angkutan umum lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu, meskipun jumlah penumpang umum seluruh moda rata-rata mengalami kenaikan jumlah penumpang. Adapun, kenaikan jumlah penumpang sudah diimbangi dengan penyediaan sarana angkutan baik melalui angkutan darat, kereta api, laut dan udara.

Tidak hanya itu, pencapaian keberhasilan pada posko angkutan mudik 2014 ini juga terdapat penurunan jumlah kejadian kecelakaan baik untuk angkutan laut, udara, perkeretapaian, dan penyeberangan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Sedangkan untuk transportasi jalan masih dilakukan klarifikasi dengan pihak kepolisian mengenai jumlah korban jiwa," tutupnya. (mrt)

 

Sumber: http://economy.okezone.com/

b_140_0_16777215_00___images_beritafoto_Agustus_2014_5_agustus_20140803_181529_pertamina-dex-solusi-pengganti-solar.jpgPetugas SPBU di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, tengah mengisi bahan bakan jenis Pertamina Dex milik konsumen, Minggu (3/8/2014). Sejak dihapuskannya bbm bersubsidi jenis solar, konsumen lebih memilih Pertamina Dex sebagai alternatif bahan bakar. Warta Kota/angga bhagya nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Hubungan Darat Suryo Alimoeso menegaskan tarif angkutan umum di darat akan naik. Hal ini akibat dari imbasnya pembatasan penjualan BBM bersubsidi jenis premium dan solar.

"Tarif pasti naik, tapi masyarakat sudah siap belum tarif naik," ujar Suryo di kantor Kementerian Perhubungan, Senin (4/8/2014).

Menurut Suryo akibat dari kenaikan tarif angkutan umum nanti, menyebabkan harga logistik akan naik. Karena porsi tarif barang 80 persen diambil dari kenaikan tarif angkutan umum.

"Kita bicarakan dengan pihak yang mengatur subsidi, jangan sampai logistik kita berhenti akibat angkutan umum," papar Suryo.

Suryo pun berharap akibat pembatasan penjualan BBM bersubsidi, pemerintah mempunyai program untuk mengalihkan anggaran subsidi ke infrastruktur. Dengan begitu meski pasokan BBM bersubsidi dibatasi, namun kesiapan jalan darat bisa membantu kelancaran distribusi.

"Pengalihan subsidi BBM untuk apa, apa infrastrutktur ercapai, harus ada perimbangan, saya setuju hilang subsidi, yang penting rakyat bisa membayar untuk itu semua," papar Suryo.

 

Sumber: http://www.tribunnews.com/

b_140_0_16777215_00___images_berita_2014_rest-area-ANTARA.jpgSepeda motor sebenarnya tak disarankan digunakan sebagai kendaraan mudik. Meski demikian, animo masyarakat untuk mengandalkan kendaraan roda dua ini masih cukup tinggi. Agar tak terjadi kecelakaan akibat kelelahan, pemudik yang menggunakan sepeda motor disarankan memanfaatkan area peristirahatan yang disediakan.

Fasilitas mudik gratis yang diadakan berbagai instansi pemerintah maupun swasta ternyata tak lantas mengurangi jumlah pemudik sepeda motor.

 

“Sepeda motor memang tidak disarankan dipakai, tapi tetap ada saja yang merasa lebih praktis kalau naik motor,” ucap Marjanto, Kepala Seksi Angkutan dan Terminal, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo), Jumat (25/7/2014).

Tahun ini, pemudik dengan sepeda motor diramal bertambah. Dibanding tahun lalu, volume sepeda motor diperkirakan naik sebesar 0,8%. Jika pada 2013 lalu jumlahnya sekitar 2.507.096 sepeda motor, tahun ini dimungkinkan mencapai 2.527.153 sepeda motor.

Sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan akibat pemudik yang kelelahan, Dishubkominfo Sleman bersama Dinas Perhubungan Provinsi DIY menyediakan rest area atau area peristirahatan. Sejumlah jembatan timbang telah ditutup sejak H-7 Lebaran karena dialihfungsikan menjadi area peristirahatan.

 

Setidaknya ada tiga titik area peristirahatan yang yang memanfaatkan jembatan timbang di wilayah Sleman. Titik tersebut berada di Jembatan Kalitirto Berbah di Jalan Solo Jembatan Timbang Tamanmartani Kalasan di Jalan Solo, dan Jembatan Timbang Kulwaru di Wates.

Pemudik dengan sepeda motor bisa beristirahat di tiga titik tersebut dan menikmati beberapa fasilitas pendukung yang disediakan. Pemanfaatan jembatan timbang sebagai area peristirahatan akan dilakukan hingga H+7 Lebaran.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo meminta para pemudik tetap mematuhi aturan lalu lintas. Hal itu tentu untuk mengurangi risiko kecelakaan selama arus mudik hingga balik. “Kalau capai silakan istirahat di rest area biar tidak terjadi kecelakaan di jalan karena kecapaian,” ucap Sri Purnomo.

 

Sumber : harianjogja.com

Halaman 1 dari 292