009894800 1440677393-20150827--Henry-Bambang-Soelistyo-Jakarta-02

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo memberikan apresiasi kepada 55 orang. Mereka berasal dari banyak unsur yang berperan dalam evakuasi jatuhnya pesawat Trigana Air di Kampung 3, Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu 16 Agustus lalu.

Sebab, menurut Soelistyo, tak dipungkiri berhasilnya proses evakuasi itu tak terlepas dari kerja sama dari semua unsur yang terlibat, termasuk warga.

"Operasi ini sebenarnya menunjukkan bahwa semua pekerjaan yang diharapkan hasilnya oleh masyarakat. Tidak ada jalan lain selain kerja sama, sinergi antara institusi-institusi ini yang diharapkan hasilnya oleh masyarakat," kata Soelistyo dalam acara penyerahan penghargaan di Kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2015).

Ia pun menuturkan, dari evaluasi tim SAR saat ini menurut Soelistyo sudah semakin baik. Keberhasilan evakuasi SAR sudah semakin baik saat evakuasi AirAsia yang jatuh di perbatasan Selat Karimata, Kalimantan dan bagian utara Laut Jawa, 28 Desember 2014 lalu.

"Saya lihat, semakin tertata, semakin confidence, dan siap mempersembahkan apa yang jadi kebutuhan untuk rakyat. Kemarin AirAsia, sekarang Trigana," ujar Soelistyo.

Ia juga menekankan kepada jajarannya tetap berupaya maksimal dalam setiap proses evakuasi. Dan kerja sama tetap menjadi kunci keberhasilan.

"Modal dasar yang sudah kita raih harus kita pertahankan dan tingkatkan. Saya siap lakukan itu semua. Kalau kita bisa bersama-sama dalam satu komando, tidak ada yang sulit," timpal Soelistyo.

Penghargaan itu diberikan berdasarkan Keputusan Kepala Basarnas No SK.KBSN/VIII/BSN-2015 kepada 55 orang yang terlibat proses evakuasi. Dari 55 orang itu masuk nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo, KSAD Jenderal Mulyono, KSAL Laksamana Ade Supandi, dan KSAU Marsekal Agus Supriatna.

Selanjutnya dari unsur lokal maupun maskapai yang mendapat penghargaan seperti Bupati Pegunungan Bintang Wellington L Wenda, Kapolda Papua Brigjen Pol Paulus W, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Fransen Siagian, Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudolf, Danlanud Jayapura Kolonel Pnb I Made Susila, Danrem 172/PWY Kolonel Inf Sugiyono, Dandim Jayawijaya Letkol M Aidi.

Serta, Danyonif 133/YS Letkol Inf Arief Hidayat, Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Yunus Wally, Danyonif 751 Mayor Inf Nova I, Danramil 1702-1/Oksibil Lettu Inf Aprin Paembonan, Presdir PT Freeport Indonesia Ma'roef Syamsoedin dan Presdir Trigana Air Rubiyanto.

"Saya kasih apresiasi untuk Danrem, Danyonif. Mereka inilah yang mengenal medan. Saya apresiasi untuk bantuannya juga KNKT. Saya juga berikan apresiasi pada Bupati Pegunungan Bintang, mungkin selama ini beliau tidak berpikir untuk meminta warga untuk bantu (evakuasi pesawat Trigana Air), ternyata warga antusias ikut evakuasi," pungkas Soelistyo.

Sumber: liputan6.com

kemenhub-janji-benahi-sistem-penerbangan-dalam-enam-bulan-SOOBZJ3b2T

 

JAKARTA - Kecelakaan pesawat Trigana Airdi Pegunungan Bintang, Papua yang menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat kembali menjadi catatan dalam pembenahan sistem keselamatan dan navigasi penerbangan Indonesia. Terutama sistem penerbangan di daerah terpencil yang juga memiliki cuaca tak menentu seperti di Bandara Sentani dan Oksibil.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Suprasetyo mengatakan, sudah mengimbau Lembaga Penyelenggara Pelayanana Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNI) untuk meningkatkan sistem navigasi demi keselamatan penerbangan.

"Kami meminta kepada Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia untuk meningkatkan keselamatan navigasi, keselamatan dari Avis ke ADC," kata Suprasetyo di Gedung Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (27/08/2015).

Peningkatan keselamatan navigasi dari Avis ke ADC tersebut, yaitu berupa pembangunan tower informasi di setiap bandara di seluruh Indonesia, termasuk bandara di wilayah terpencil yang memerlukan sistem navigasi yang prima.

Selain navigasi, informasi cuaca juga menjadi penentu keselamatan penerbangan. Karenanya, keberadaan BMKG menjadi penting untuk memberikan informasi cuaca sebagai acuan awak pesawat dalam mengambil tindakan sebelum lepas landas.

Sebelumnya, rawannya kecelakaan pesawat di Pegunungan Bintang, Papua ditengarai akibat belum terdapat stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Sehingga pesawat yang lepas landas tak mendapat informasi cuaca yang memadai.

Kemenhub pun sedang menggodok peraturan menteri yang berisi imbauan pembangunan segala infrastruktur udara dalam waktu maksimal enam bulan. Hal tersebut segera dilakukan agar insiden kecelakaan di dunia penerbangan Indonesia tak terulang kembali.

"Batas waktu enam bulan. Kalau membangun tower mungkin butuh waktu sampai satu tahun, Tapi diusahakan secepatnya. Selama enam bulan ini, paling tidak prosedurnya sudah siap," ujar Suprasetyo.

Sebagian besar bandara di Papua saat ini masih menggunakan sistem penerbangan visualisasi manual. Sistem ini tidak memerlukan perangkat khusus karena pilot langsung melihat area penerbangan yang dilaluinya.

Oleh beberapa pihak, sistem terbang visual riskan kecelakaan, khususnya di wilayah dengan cuaca tak menentu dan daerah perbukitan seperti Pegunungan Bintang, Papua.

Suprasetyo menegaskan, pada prinsipnya penerbangan menggunakan sistem visualisasi manual dan dengan instrumen, sama-sama aman. Yang perlu diperhatikan oleh semua awak pesawat adalah disiplin dan tertib prosedur.

Dirinya pun kembali menegaskan kalau dalam waktu enam bulan ke depan, pemerintah akan fokus pada perbaikan infrastruktur udara. "Perbaikan infrastruktur sudah jadi agenda pemerintah. Kalau perlu diperpanjang runway-nya," pungkasnya.

Sumber: okezone.com

231712 sofyandjalilbappenas

Jakarta -Ekonomi Indonesia saat ini sedang mengalami perlambatan, apalagi saat ini ditambah lagi dengan terus menguatnya mata uang dolar Amerika Serikat (AS) Rp 14.000. Untuk memperbaiki kondisi ini, pemerintah akan mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur dan percepatan anggaran.

"Itu kita percepat agar ciptakan daya beli dan pekerjaan," kata Menteri Perencanaan dan Pembangunan/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil, usai rapat kerja di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (24/8/2015).

Salah satu proyek yang dipercepat realisasinya ialah pembangunan mega proyek listrik 35.000 megawatt (MW).

"Proyek Kemen PU, proyek Perhubungan. Itu kita percept. Kemudian percepat 35.000 MW. Tahun ini tanda tangan 10.000 MW," tuturnya.

Dari sisi daerah, pemerintah pusat telah mempersamakan persepsi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Selama ini, beda tafsir menyebabkan beberapa proyek infrastruktur dipersoalkan aparat penegak hukum, sehingga penyerapan anggaran menjadi rendah.

"Jangan dikriminalkan, masalah administrasi selesaikan secara administrasi. Kemudian proyek investasi kita kawal, kalau proyek infrastruktur dan persoalan tanah, semua kita kerjakan," ujarnya.
 
LPJ Kemenkeu dan Bappenas Diterima Komisi XI

 
Sofyan Djalil hadir pada acara pertanggungjawaban anggaran dan kegiatan Bappenas di 2014. Ia bersama Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro juga menyampaikan pertanggungjawaban anggaran dan kegiatan 2014.

Pimpinan Sidang yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR Marwan Cik Asan pada kesimpulan rapat menerima laporan dari Bappenas. Selanjutnya, Bappenas diminta menyerahkan laporan tertulis terkait pertanyaan anggota parlemen.

"Menerima LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) masing-masing kementerian yakni Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN atau Bappenas," tuturnya.

Sumber: detik.com

dPV4TvisTe

Metrotvnews.com, Jakarta: Jelang musim haji 2015, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mewanti-wanti jamaah haji Indonesia waspadai wabah penyakit pernafasan dari Timur Tengah (MERS-CoV) yang mengancam. Sebab Jamaah Haji sangat rentan terserang virus ini.

"Jamaah haji harus waspada MERS-CoV. Jaga kebersihan dan pakai masker," kata Nila pada pelepasan petugas Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi Tahun 1436H/2015M, Rabu (19/20/2015).

Udara panas dan kondisi tubuh yang lelah bisa menurunkan daya tahun yang bisa menyebabkan seseorang mudah terkontaminasi MERS-CoV. Untuk itu Nila menyarankan jamaah haji menggunakan masker. Baik saat berada di kerumunan, maupun ketika batuk.

Jamaah haji juga disarankan rajin cuci tangan dan jaga kondisi tubuh agar tetap fit. Bahkan Menteri Kesehatan Kabinet Kerja ini menyarankan WNI jauhi rumah sakit bila tidak perlu.

"Jangan ngoyo, (salat) Arbain sunnah, umrah juga sehingga tidak perlu berkali-kali umrah," pesannya.

Menkes juga sudah berkoordinasi langsung dengan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan agar menyampaikan pesan waspada MERS-CoV di dalam pesawat yang membawa jamaah haji maupun kantor-kantor kesehatan pelabuhan. Pemerintah akan terus berupaya agar jamaah haji yang kembali ke tanah air tidak membawa virus MERS-CoV.

"Kalau ada yang demam di pesawat kami akan lakukan pemeriksaan. Masa inkubasi (MERS-CoV) 14 hari," tutup dia.

Sumber: metrotvnews.com

201508190095

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan akan menutup Bandara Oksibil jika bandara tersebut terbukti tidak layak dan tidak memenuhi standar operasional.

"Kalau Bandara Oksibil tidak layak diterbangkan, saya akan tutup," kata Jonan saat ditemui usai Rapat Umum Anggota Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (Insa) di Jakarta, Kamis.

Namun, menurut dia, bandara tersebut masih layak digunakan untuk menerbangkan pesawat karena setiap hari ada belasan penerbangan dari dan ke sana.

"Setiap hari ada belasan penerbangan, enggak apa-apa, pasti ada standarnya," katanya.

Jonan menegaskan bahwa penerbangan Trigana Air bukan penerbangan perintis, tetapi penerbangan berjadwal.

Ia menambahkan saat ini pemerintah fokus menangani evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat Trigana Air di Papua serta menyerahkannya kepada keluarga mereka.

Sebelumnya Direktur Navigasi Penerbangan Kementerian Perhubungan Novie Riyanto Rahardjo mengatakan listrik di Bandara Oksibil kadang mati.

Karena itu, ia melanjutkan, pilot yang menerbangkan pesawat ke bandara-bandara di pedalaman Papua harus merupakan pilot andal dengan jam terbang tinggi karena selama ini hanya mengandalkan visual.

"Untuk radar di Bandara Oksibil sendiri hidup, yakni yang primary, namun yang secondary tidak berfungsi normal. Saat ini dilengkapi VHF Radio, air to ground, point to point dan navigasi VOR-NDB," katanya.

Sumber: antaranews.com

keluarga-korban-jatuhnya-pesawat-trigana-air-mengikuti-proses- 150817151020-752

REPUBLIKA.CO.ID,JAYAPURA--Sebanyak 24 ambulans disediakan oleh Pemerintah Provinsi Papua untuk mengevakuasi korban pesawat Trigana Air yang jatuh di Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Pada Selasa malam, kami sudah siagakan 24 mobil ambulans keliling di Bandara Sentani, untuk mengevakuasi jenazah korban pesawat Trigana," kata Kepala Dinas Kesehatan Papua drg Aloysius Giyai, di Jayapura, Rabu.

Dia mengatakan 24 mobil ambulans itu dikoordinir langsung oleh tim pusat krisis (crisis center) Dinas Kesehatan Papua.

Dinas Kesehatan Papua menyediakan tiga unit ambulans yang disiapkan itu dari berbagai rumah sakit yang ada di Jayapura, di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura tiga mobil ambulans, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebanyak lima mobil ambulans dan dari rumah sakit swasta di Jayapura," ujarnya.

Sedangkan RS Bhayakara Jayapura menyiapkan ambulans serta pihak terakit seperti Basarnas juga menyiapkan mobil ambulan dan jumlah totalnya sebanyak 24 mobil ambulans.

"Saya punya staf dalam tim 'crisis center' yang telah siap 24 jam di Bandara Sentani untuk evakuasi korban, dan mereka rutin memberikan informasi terkini menyangkut kondisi korban ke saya selaku kepala Dinas Kesehatan Papua," ujarnya.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abepura ini menambahkan, peralatan kesehatan penunjang lainnya untuk evakuasi korban seperti hanskul dan lainnya juga sudah siap dan aman.

Pesawat ATR Trigana Air dilaporkan hilang kontak diduga menabrak Gunung Tangok Distrik Okbape Kabupaten Pegunungan Bintang, Ahad (16/8).

Pesawat dengan pilot Kapten Hasanudin itu, membawa 49 orang penumpang dan lima kru. Kotak hitam ATR bernomor registrasi IL 257 itu telah ditemukan oleh Sersan Agus Harahap.

Sumber: republika.co.id

Halaman 1 dari 329