b_140_0_16777215_00___images_berita_2014_20140724_170740_presiden-sby-pantau-posko-nasional-angkutan-lebaran.jpgPresiden Susilo Bambang Yudhoyono memantau arus mudik di Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan di Gedung Cipta, Jakarta, Kamis (24/7/2014) sore.

SBY hadir bersama Wakil Presiden Boediono, Menteri Pertahanan Djoko Suyanto, Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan, Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Kedatangan rombongan SBY molor satu jam dari agenda awal, yakni pukul 14.30 WIB. Begitu sampai di posko, SBY langsung naik ke atas panggung kecil, menghadap ke ruang pemantauan.

Wamen Perhubungan Bambang Susantono memandu pantauan SBY dengan memberikan penjelasan-penjelasan terkait fasilitas dan kerja tim di Posko Kemenhub.

"Kami memantau arus pergerakan dari darat, laut, dan udara. Dapat kami sampaikan, arus mudik tahun ini terjadi lebih awal. Kami berharap puncak arus mudik tidak terlalu ekstrem," ujar Bambang.

Setelah itu, SBY beserta rombongan duduk menghadap monitor besar dan melakukan teleconference ke sepuluh pusat arus mudik, yaitu Terminal Tirtonadi, Stasiun Gubeng, Bandara Sultan Hassanudin, Pelabuhan Sampit, Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Merak, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Ketapang, Bandara Juanda, dan Stasiun Solo Balapan.

 

Sumber : tribunnews.com

b_140_0_16777215_00___images_berita_2014_20140722_Guntur-Aga_Jalur-S.jpgDinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja menyediakan tempat khusus untuk mengakomodasi para pemudik yang kelelahan saat memasuki wilayah Jogja. Tempatnya yakni rest area di selatan Terminal Giwangan Jogja. Pembuatan tempat rehat tersebut juga untuk menyikapi padatnya jalur selatan. Itu sebagai dampak pengalihan arus dari jalur utara akibat rusaknya Jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah. Kepala Dishub Kota Jogja Wirawan Hario Yudho mengatakan, rest area tersebut mampu menampung hingga 15 kendaraan pribadi. Tempat itu akan beroperasi selama masa angkutan Lebaran.  Dalam rest area disediakan tempat tidur. “Di rest area ini pemudik bisa beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya kemarin (22/7).


Wirawan menambahkan, secara teknis kelelahan tidak hanya berhubungan dengan jarak tempuh para pemudik. Kelelahan juga muncul akibat lamanya perjalanan. Terkait pengalihan jalur ke jalur selatan, menurut Wirawan, otomatis akan meningkatkan volume kendaraan yang melewati Jogja. Berdasarkan pantauan, banyak mobil pribadi yang dipakai mudik sudah mulai memasuki Kota Jogja. Sedangkan kendaraan besar seperti truk diarahkan melewati ringroad. “Supaya tidak semua kendaraan harus lewat Kota,” tuturnya. Selain itu, dari pantauan yang dilakukan, saat ini angkutan barang yang melewati DIJ telah mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada hari biasa jumlah angkutan barang yang melewati DIJ berkisar 600 unit armada per hari.  Ketika ada pengalihan arus dari pantura ke jalur selatan, jumlah armada yang melintas sekitar 1.300 unit per hari. “Sejak ada pengalihan arus di pantura, ada peningkatan hingga 1.300 angkutan barang yang melintas di DIJ,” ujar Kepala Seksi Pengendalian Angkutan Barang Dinas Perhubungan DIJ Sigit SE.

 

Sumber : radarjogja.co.id

b_140_0_16777215_00___images_beritafoto_Juli_2014_23_juli_Apel_Mudik-ok.JPG

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan, EE Mangindaan secara resmi membuka posko nasional angkutan Lebaran di kantor pusat Kementerian Perhubungan pada Senin (21/7/2014).

Penyelenggaraan posko tingkat nasional ini menjadi satu hal yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) setiap tahunnya untuk memantau arus Lebaran mengingat Kemenhub merupakan koordinator dalam penyelenggaraan mudik.

"Adanya tujuan dibentuknya posko nasional ini melaksanakan pemantauan dan pengendalian lalu lintas angkutan Lebaran sekaligus mengkoordinasi antar pejabat atau yang terlibat langsung. Itu diharapkan permasalahan dapat termonitor sehingga angkutan Lebaran bisa berjalan tertib aman dan selamat," kata Menteri Perhubungan dalam sambutannya dalam apel siaga dan pembukaan posko di halaman Kemenhub, Jakarta.

Tidak hanya itu, untuk menjamin keselamatan para pemudik, Menhub juga mengimbau kepada para pemudik untuk tidak menggunakan kendaraan sepeda bermotor. Hal itu dilakukan karena angka tingkat kecelakaan yang tinggi saat mudik Lebaran didominasi oleh para pengendara sepeda motor.

"Seperti tahun lalu, mudik tahun ini yang mendominasi perjalanan mudik adalah sepeda motor. Menyikapi hal ini pemerintah mengimbau masyarakat tidak menggunakan sepeda motor. ltu karena sepeda motor bukan alat trasportasi yang didesain perjalanan jauh sehingga itu menganggu keselamatan," paparnya.

Mengantisipasi hal itu, Kemenhub juga telah menyediakan angkutan Lebaran gratis untuk motor yang pendaftarannya telah dilakukan dari 1 Juli 2014 hingga 16 Juli 2014.

Dari pembukaan pendaftaran pemudik motor gratis tersebut dicatatkan kemenhub telah berhasil menyaring sebanyak 11.157 unit sepeda motor. Jumlah itu terbagi lagi antara lain menggunakan truk sebanyak 2.272 unit, menggunakan kereta api 3.538 unit, kapal Ferry 471 unit, dan kapal laut 4.876 unit.

"Atas dasar evaluasi tahun sebelumnya, kali ini sudah dilakukan perbaikan baik sarana parsarana baik teknologi informasi, itu dimaksudkan membangun jalur komunikasi sehingga dapat cepat dan lancar," pungkas EE Mangindaan. (Yas/Ahm)

(Agustina Melani)

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/

b_140_0_16777215_00___images_berita_2014_9a0fda6773b7e8317602acea7a262e49.jpeg Ambruknya jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah membuat jalur mudik wilayah tengah dan selatan DI Yogyakarta (DIY) meningkat tajam. Bahkan berdasarkan Direktorat Lalullntas Polda DIY, kenaikan trafik lalulintas dari arah Purworejo ke DIY nak 30 persen.

Direktur Lalulintas Polda DIY Kombes Pol Nasri Wiharto mengatakkan kenaikan trafik lalul lintas ke arah DIY di jalur tengah terjadi sejak Sabtu (19/7) lalu. Selain antrean kendaraan di jalur tersebut juga semakin panjang. "Justru sebagian besar adalah kendaraan angkutan berat seperti truk dan kontainer," katanya usai rapat koordinasi kesiapan lebaran di kantor Gubernur DIY di kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan DIY, Budi Antono menyampaikan ambruknya jembatan Comal di Pemalang mulai terasa dampaknya bagi arus lalulintas di DIY sejak Sabtu pekan lalu. Peningkatan kendaraan yang cukup signifikan menurutnya adalah kendaraan berat  "Kita sudah periksa Alat Pengatur Lalu Lintas (APILL) di jalur utama Purworejo-DIY. Kita lakukan perubahan timer pengaturan kita tambah lima detik untuk menghindari kemacetan," tandasnya.

Anton menambahkan untuk angkutan berat yang melintasi wilayah DIY mulai, Selasa (22/07/2014), dari arah Timur dan Barat tidak boleh melewati ring road Utara. Kendaraan berat tersebut harus melewati Ring Road Selatan dan Ring Road Barat. "Kendaraan dari arah Barat mau ke Magelang atau Solo di arahkan melewati ringroad Barat dan Selatan, begituupula dari arah Timur harus melewati ringroad Selatan dan Barat," imbuhnya.

 

Sumber : krjogja.com

b_140_0_16777215_00___images_berita_2014_spanduk-kereta_2107.jpgDalam rangka pengamanan arus mudik di perlintasan kereta, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sleman, memasang spanduk peringatan keselematan bagi pengguna jalan yang akan melintas jalur kereta, Senin (21/7)

Kepala Dishubkominfo Sleman, Agoes Soesilo Endriarto, hadir langsung dalam simbolis pemasangan spanduk peringatan keselamatan di palang perlintasan kereta api (KA) Banyumeneng, Gamping, Sleman. Ia memaparkan, Dishubkominfo akan bekerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) VI dalam memasang spanduk peringatan keselamatan di seluruh pintu perlintasa KA.

"Ini adalah bukti komitmen kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, semoga semua pengguna jalan khususnya di kawasan Sleman, dapat selamat di perjalanan," ujarnya.

Agoes meminta para pengguna jalan yang akan melintas harus tetap berhati-hati melintas baik di jalur yang berpintu maupun yang tidak berpintu. "Kurangi kecepatan, kemudian tengok kanan dan kiri, apabila sudah dipastikan aman, baru kemudian dapat melintas," anjurnya.

Terkait sejumlah perlintasan yang tidak berpintu, pihaknya akan bekerjasama dengan perangkat desa setempat untuk membantu mengatur jalannya lalu lintas di jalur kereta tersebut.

Kepala PT KAI Daop VI, Susi Munawati, memaparkan dalam wilayah operasionalnya di Jateng - DIY, Kabupaten Sleman sendiri terdapat 19 perlintasan yang ada penjagaan dan 16 perlintasan tidak berpintu dan belum dijaga.

 

Sumber : tribunnews.com

b_140_0_16777215_00___images_berita_2014_FOTO-TERMINAL-KARTASURA-_-Kambing-Leluasa-Berlalu-Lalang-di-Sela-Bus.jpgSepekan jelang lebaran, belum ada peningkatan aktivitas di Terminal Dhaksinarga, Wonosari Gunungkidul.

Situasi sekitar terminal masih terlihat lengang dan peningkatan jumlah penumpang juga belum terlihat di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan Minggu (20/7/2014), suasana masih terlihat lengang. Arus kendaraan keluar masuk di terminal belum mengalami lonjakan. Hingga pukul 12.00 WIB, baru ada dua bus antar kota antar provinsi yang masuk ke terminal. Bus jurusan Bandung itu mengangkut 15 penumpang saja.

“Selain bus AKAP, ada juga bus antar kota dalam kota jurusan Jogja sebanyak 13 bus yang masuk,” kata salah seorang petugas UPT Terminal Dhaksinarga, Sarjono Minggu (20/7/2014).

Menurut dia, belum ada lonjakan penumpang yang signifikan. Situasinya pun masih terlihat lengang. Bus-bus yang masuk ke terminal masih banyak didominasi bus pedesaan serta bus AKDP. Diperkirakan, lonjakan penumpang akan terlihat tiga hari sebelum lebaran.

“Masih terlihat sepi. Kemungkinan besar puncak arus mudik pada Sabtu pekan depan,” ungkapnya.

Sumber : harianjogja.com

Halaman 1 dari 291