(Jakarta, 4/9/2014) ) - Menteri Pehubungan, EE Mangindaan mengakui penerbangan nasional yang tumbuh sangat signifikat tidak diimbangi dengan pertumbuhan infrasrukturnya, sehingga kondisinya kurang mendukung.

"Saya tidak menutup mata prasarana yang kita sediakan masih kurang namun kami tidak tinggal diam, pemerintah akan terus membangun bandara untuk mendukung maskapai di tanah air," katanya saat peluncuran buku tansformasi Garuda Indonesia 'From One Dollar to Billion Dollars Company' di Jakarta, Kamis.

Ia mencontohkan maskapai yang memiliki pertumbuhan  yang pesat adalah Garuda Indonesia. Melalui program jangka panjang 'Quantum Leap 2011-2015'  untuk mendukung rencana pengembangan jaringan penerbangannya, baik domestik dan internasional.

Pada tahun 2014 Garuda Indonesia akan mendatangkan 27 armada baru terdiri dari dua pesawat Boeing 777-300 ER, empat pesawat Airbus A330, 12 pesawat Boeing 737-800NG, tiga pesawat  Bombardier CRJ1000 NextGen, dan enam pesawat ATR 72-600.

"Melalui program pengembangan tersebut, pada tahun 2015 Garuda Indonesia akan mengoperasikan sebanyak 194 pesawat. Ini yang saat ini kita pikirkan bagaimana menyedikan prasarana untuk pesawat-pesawat itu mendarat, belum lagi maskapai lain," katanya.

Manggindan mengatakan pihaknya bersama BUMN dan swasta terus mengembangan Bandara di tanah air. Seperti PT Angkasa Pura 1 dan 2 terus mengembangkan 25 bandara yang dikelolanya. Selain itu pengembangan dan pembangunan 247 bandara di bawah Unit Pelaksana Teknis Kementerian Perhubungan.

"Kami juga memiliki rencana mengembangkan bandara di 45 lokasi terpencil dan 18 bandara perintis. Kami harapkan ini semua dapat teralisasi sehingga kami dapat menyediakan prasarana yang memadai untuk maskapai di tanah air," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan jika saat ini masalah salah satu masalah terbesar yang ditemui oleh pihaknya dan juga maskapai adalah keterbatasan bandara yang sudah kewalahan menampung armada-armada untuk mendarat dan lepas landas.

"Saat ini setiap lepas landas dan ingin mendarat kita harus menunggu giliran dan inilah yang membuat biaya operasinal maskapai penerbangan menjadi tinggi," katanya.

Ia mencontohkan seperti di bandara Soekarno Hatta, Cengkareng untuk lepas landas, makaspainya harus menunggu antrian sekitar 15 - 20 menit.  Hal yang serupa juga ketika ingin mendarat, pesawat harus berputar-putar di udara.

Menurut Emirsyah jika terjadi antrean pesawat, baik yang ingin lepas landas maupun mendarat, maka pemborosan avtur terjadi. Belum lagi keterlambatan jadwal penerbangan (delay) yang menimpa pengguna jasa, maskapai pun wajib memberikan kompensasi sesuai aturan yang berlaku.

Belum lagi terkait tingginya harga avtur di tanah air yang rata-rata lebih tinggi 12 persen dari harga avtur internasional, seperti Singapura, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Hong Kong.

"Padahal biaya avtur merupakan komposisi terbesar dari biaya operasional yang harus ditanggung perusahaan, yaitu mencapai 40 persen," katanya.

Karena itulah, Emirsyah mengharapkan agar masalah infrastruktur ini carikan jalan keluarnya dalam waktu segera sehingga perusahaan di tanah air tidak mengalami kerugian yang cukup besar, disebabkan harus menanggung biaya operasional tinggi yang tidak sebanding dengan incomenya.

sumber : dephub.go.id

b_140_0_16777215_00___images_berita_2014_Jalan_Kusumanegara.jpgJalan Kusumanegara sisi timur yakni dari simpang empat Muja-muju ke timur hingga Kebun Binatang Gembira Loka sudah mulai ditutup total untuk kendaraan mulai Selasa (16/09/2014) pagi tadi. Penutupan nampak mulai dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB pada kedua ruas jalan baik dari sisi timur maupun barat.

Penutupan jalan ini sedianya dilakukan pada Jumat (12/9/2014) lalu namun tertunda karena sejumlah hal. Penutupan itu sendiri dilakukan sebagai bagian dari rencana pembangunan saluran air hujan oleh Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta.

Meski telah ada sosialiasi sebelumnya namun nampak sejumlah pengendara kendaraan baik dari arah barat maupun timur belum mengetahui adanya penutupan jalan tersebut. Hal itu membuat mereka terpaksa memutar kendaraan mereka kembali. "Saya dari Janti mau ke Wirobrajan. Sebelumnya tidak tahu kalau jalan sudah mulai ditutup jadi tetap lewat sini," ujar Udin salah seorang pengendara.

Mengantisipasi penutupan jalan fital tersebut, pihak berwenang sendiri telah mengalihkan arus lalu lintas melewati Jalan Ki Penjawi, yakni untuk kendaraam dari arah timur dialihkan ke Jalan Kebun Raya sedang kendaraan dari arah barat dialihkan ke Jalan Veteran. Sesuai rencana, penutupan Jalan Kusumanegara itu akan berlangsung hingga akhir September 2014 mendatang. Namun tidak menutup kemungkinan jika proses pekerjaan bisa lebih cepat diselesaikan, maka ruas jalan akan dibuka lebih awal.

 

Sumber : krjogja.com

b_140_0_16777215_00___images_berita_2014_Polsekta_Gondomanan.jpgJajaran Polsekta Gondomanan melakukan razia kendaraan yang parkir sembarangan di kawasan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Minggu (14/09/2014) malam hingga Senin (15/09/2014) dini hari. Petugas yang dipimpin langsung Kapolsekta Gondomanan, Kompol Heru Muslimin menggembosi puluhan sepeda motor yang ditinggal pemiliknya dengan cara mencabut pentil ban kendaraan.

Heru Muslimin menyampaikan, kegiatan ini telah rutin dilakukan tiap malam sejak awal bulan ini. Tujuannya yakni untuk mencegah adanya parkir liar di lokasi, lantaran kawasan titik nol kilometer dikhususkan bagi warga yang ingin menikmati suasana sekitar tanpa ada kendaraan di tempat itu.

“Kawasan titik nol seharusnya steril bagi kendaraan yang berhenti. Selain untuk kenyamanan, tindakan razia ini juga untuk menekan angka pencurian kendaraan bermotor yang kerap terjadi di kawasan tersebut,” jelasnya di Mapolsekta Gondomanan.

Rata-rata tiap malam petugas berhasil menggemboskan sekitar 15 - 20 unit motor di lokasi tersebut. Sebelumnya upaya sosialisasi berupa peringatan telah dilakukan Polisi, namun larangan parkir di lokasi tersebut selalu tak diindahkan.

“Tindakan penggembosan ini merupakan bentuk peringatan tahap kedua setelah sebelumnya kita berikan sosialisasi. Kalau masih tidak diindahkan lagi kami akan menerapkan tindakan pelanggaran (tilang) dengan melibatkan Satlantas Polresta Yogyakarta dan dinas-dinas terkait,” tegasnya.

 

Sumber : krjogja.com

BANTUL (KRjogja.com) - Bantul meraih piala Wahana Tata Nugraha (WTN) Kategori Kelalulintasan dari Kementerian Perhubungan RI. Prestasi ini sebagai wujud upaya pembinaan bagi pemerintah Provinsi/Kabupaten dan Kota di Indonesia dalam menyelenggarakan urusan Perhubungan di wilayah masing masing.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Drs Suwito di ruang kerjanya, Kamis (11/09/2014) menuturkan, prestasi Bantul dalam hal kelalulintasan selama empat tahun berturut-turut selalu mengalami kenaikan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan R.I E.E Mangindaan kepada Assisten Bidang Pemerintahan  Drs Misbakhul Munir didampingi Kepala Dishub Bantul dan Drs. Suwito, Kapolres Bantul AKBP Surawan. Adapun penyerahan dilakukan di Gedung Smesco Convention Center Jakarta.

"Prestasi juga sebagai tantangan bagi Dishub dalam meningkatkan kinerja dan memberikan layanan pada masyarakat akan jasa perhubungan. Semoga prestasi dapat menjadi motivasi untuk selalu meningkatkan kualitas SDM, kualitas kinerja dan kualitas pelayanan dalam mewujudkan transportasi yang ideal dan memenuhi aspek selamat, tertib, aman lancar dan nyaman," tutupnya. (Aje)

 

Sumber: http://krjogja.com

b_140_0_16777215_00___images_berita_2014_73e58b48189f8a7b9adf9f2cdf18d62c.jpgJalan Kusumanegara mulai dari simpang Muja-muju ke timur hingga Gembira Loka akan ditutup total dari akses kendaraan mulai Jumat (12/9/2014) besok. Penutupan itu menjadi bagian dari rencana pembangunan saluran air hujan oleh Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) Kota Yogyakarta.

Sebelumnya, Kimpraswil juga menutup akses kendaraan di Jalan Ki Penjawi dari simpang Gambiran ke timur karena proyek sama. "Besok Jalan Ki Penjawi sudah bisa dilewati karena pekerjaan saluran air tinggal finishing. Kemudian kami akan geser ke Jalan Kusumanegara," terang Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Dinas Kimpraswil Kota Yogyakarta, Aki Lukman Nur Hakim, Selasa (9/9/2014).

Izin penutupan jalan tersebut, imbuh Aki, sudah mendapatkan persetujuan dari Polresta Yogyakarta. Meski saluran air yang dibangun berada di sisi selatan jalan, namun penutupan jalan berlaku dua lajur, yakni dari arah barat maupun timur. Hal itu lantaran sebagai jalan utama akan digali sehingga alat berat akan memakan badan jalan yang lain.

Sesuai rencana, penutupan Jalan Kusumanegara itu akan berlangsung hingga 30 September 2014. Namun jika proses pekerjaan bisa lebih cepat diselesaikan, maka ruas jalan akan dibuka lebih awal. "Rambu sudah kami siapkan. Lalu lintas dari arah timur akan dialihkan ke Jalan Kebun Raya dan yang dari arah barat ke Jalan Veteran," imbuhnya.

Aki mengatakan, pembangunan saluran air hujan itu cukup mendesak dilakukan guna merevitalisasi saluran yang sudah ada. Pasalnya setiap kali musim hujan, selalu terjadi jalan ambles karena saluran air di wilayah itu sudah termakan usia. Oleh karena itu perlu dibuatkan saluran baru guna menutup saluran yang lama.

Pembangunan saluran air hujan di Jalan Ki Penjawi akan kembali dilanjutkan hingga tembus ke Jalan Batikan melewati Jalan Veteran dan Jalan Babaran. Sedangkan saluran di Jalan Kusumanegara juga akan dilanjutkan hingga ke Mandala Krida melalui Jalan Kenari. "Tiap tahun dibangun bertahap sesuai kemampuan anggaran. Tahun ini di Jalan Ki Penjawi dialokasikan Rp 2,4 miliar dan Jalan Kusumanegara Rp 2 miliar," katanya.

 

Sumber : krjogja.com

Info Lowongan CPNS 2014 : Kemenhub Membuka Formasi CPNS 2014 Sebanyak 850 - Kabar bagus buat kalian yang khususnya mengidam – idamkan Kementerian Perhubungan. Kementerian ini membuka lowongan CPNS 2014 bagi anda lulusan SLTA/SMK, D.II, D.III, D.IV, S1 dan S2. Pendaftaran CPNS Online kementrian Perhubungan telah dibuka mulai tanggal 3 September 2014 hingga 17 September 2014.

Lowongan CPNS Kementerian Perhubungan untuk tingkat Pendidikan D.II, D.III, D.IV, S1 dan S2 minimal memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sekurang-kurangnya 2,75. Calon pelamar hendaknya segera menyiapkan segala sesuatunya untuk keperluan mendaftar CPNS Kementrian Perhubungan 2014 secara online di website Portal Nasional milik panitia seleksi nasional (PANSELNAS) CPNS 2014 dengan alamat www.panselnas.menpan.go.id.

Untuk masalah pengisian formulir, anda bisa lakukan di laman resmi panselnas http://regpanselnas.menpan.go.id, sedangkan untuk masalah log in, anda bisa melakukannya di http://sscn.bkn.go.id.

Sumber: http://www.iberita.com/

Halaman 1 dari 294